Kemudian, Hensat mengutarakan soal swing voters dari beberapa hasil survei terkait elektabilitas capres antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
"Kita nanti bicara swing voters ya karena swing votersnya Ganjar itu paling tinggi lho, 11-18 persen, angkanya Kompas lah ya, nggak usah saya ngomong kedai kopi entar disangkanya saya belain Anies," ucap Hensat.
Hensat membeberkan bahwa swing voters Ganjar Pranowo itu tinggi dibanding Anies Baswedan yang menempati posisi ketiga tapi swing votersnya rendah.
Swing voters Ganjar Pranowo yang tinggi, kata Hensat, sehingga elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu sebetulnya hanya memperoleh 12 persen saja.
"Angkanya Kompas itu, misalnya Ganjar Pranowo ditaruh 30 persen, itu swing votersnya 11 sampai 18 persen. Jadi sebetulnya 12 persen aja tuh elektabilitasnya. Makanya pusing dia," jelasnya.
"Nah swing votersnya Anies ini paling kecil makanya ditakutkan. Wah memang dipasang itu besar-besar kan, tapi swing votersnya juga besar. tersebut Swing votersnya pertanyaanya begini, apakah Anda masih bisa berubah, jawabannya bisa. Nah itu bisa besar," sambungnya.
Hensat pun menyinggung soal posisi Anies Baswedan yang kerap di posisi ketga dan jadi bahan perbincangan.
"Makanya pusing sekarang orang-orang yang mau ingin memenangkan Ganjar atau Prabowo. Kalau engga ya didiemin aja nomor 3, nomor 3 aja nggak usah direpotkan," tandasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?