Anak dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjelaskan bahwa anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk menuntaskan kemiskinan atau mengurangi beban hidup rakyat.
“Jadi kalau orientasinya adalah membangun proyek-proyek atau mega proyek yang luar biasa, mercusuar, tetapi tidak berpengaruh langsung, tidak berdampak langsung kepada masyarakat kecil, rasanya tidak adil,” jelasnya.
Oleh karena itu dia menegaskan prioritas Partai Demokrat dan kepemimpinan Jokowi sangat kontras, baik dari cara mengambil keputusan hingga menjalani birokrasi pemerintah.
“Bagaimana tata kelola pemerintahan itu harus akuntabel, kapabel sehingga cakap bisa benar-benar mengelola permasalahan bangsa yang begitu kompleks,” pungkas dia.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?