Lebih lanjut, kata Ujang, Kominfo perlu mencari orang-orang yang berintegritas atau melibatkan tokoh masyarakat dan akademisi untuk mengisi lembaga tersebut agar kebijakan yang dibuat bisa terlaksana dengan baik.
“Cari orang-orang yang berintegritas yang memang ahli di situ, takutnya hanya untuk mengakomodir teman atau relawannya dia lalu tidak bekerja maksimal. Oleh karena itu harus diatur siapa orang-orangnya, seperti apa format lembaganya dan tarik juga dari tokoh masyarakat atau akademisi agar berjalan objektif,” ungkapnya.
Diketahui, Menkominfo Budi Arie Setiadi, merencanakan akan membantuk sebuah lembaga yang bertugas mengawasi konten-konten media sosial. Alasan utama di balik kebijakan ini adalah banyaknya konten di media sosial yang meresahkan masyarakat.
“Konten yang meresahkan masyarakat saat ini berbentuk macam-macam, seiring dengan perkembangan teknologi,” kata Budi Arie saat berbicara di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (17/7).
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?