"Bisa saja Jokowi jadi Ketua Dewan Penasihat Golkar kalau Luhut mampu mengambil alih kursi ketum dari Airlangga Hartarto," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/7).
Bukan cuma melalui tangan Luhut, Jerry juga memandang hasrat politik Jokowi dalam menguasai Partai Golkar juga tampak dari politisasi hukum.
"Jangan-jangan pemeriksaan Airlangga di Kejaksaan Agung kemarin ada keterkaitan dengan (upaya) mengambil alih Golkar," sambungnya.
Jerry meyakini kisruh internal Partai Golkar menguat ketika Luhut bersama Bahlil Lahadalia menyatakan siap menjadi ketum.
"Tapi pertanyaannya, kontribusi Luhut di Golkar apa? Belakangan dia malah main aman, dengan berpura-pura mendukung Bahlil jadi Ketua Umum Golkar," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri