Tampaknya tak afdol bila Rocky tidak menyinggung soal kekuasaan yang kini memang berada di tangan PDI Perjuangan. Diketahui pucuk pimpinan lembaga eksekutif dan legislatif Indonesia saat ini berada di tangan kader partai banteng.
"Punya kekuasaan, punya akses pada sistem hukum, kenapa mesti melarang bicara? Lain kalau misal itu masyarakat, mungkin resah, tapi ini dipimpin langsung oleh petinggi PDIP. Jadi PDIP menghalangi demokrasi, (padahal) PDIP nama partainya Partai Demokrasi (Indonesia) Perjuangan, kenapa saya dihalangi?" jelas Rocky.
"Jadi saya bisa menduga-duga ini satu pola yang memang dimaksudkan supaya ada penolakan kepada saya di semua kampus," lanjutnya, diduga menuduh PDIP berusaha menghalanginya berbicara di forum umum.
Namun Rocky tidak ambil pusing dengan situasi tersebut, pasalnya saat ini sudah ada kemajuan teknologi untuk membantunya tetap menyampaikan gagasannya.
"Jadi buat apa melarang? Biarkan saya berbicara. Kalau ada problem pun laporkan saja, jangan halangi saya bicara," tandasnya, sambil menegaskan keyakinan adanya upaya persekusi terhadap dirinya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?