Kata Anas, prank merupakan hal yang menyakitkan bagi korban. Tidak hanya rakyat, para elite politik bahkan bisa meraung-raung jika mereka terkena prank.
“Jangankan rakyat, elite saja kalau di-prank nangis-nangis. Elite kalau di-prank meraung-raung, apalagi rakyat,” tegasnya.
Atas alasan tersebut, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu meminta caleg PKN untuk senantiasa setia dengan suara rakyat yang sudah mempercayakan aspirasi dan harapannya kepada partai. Semua itu perlu dituangkan dalam bentuk kebijakan pro-rakyat.
“Musti setia dan loyal. Miliki loyalitas yang tinggi kepada rakyat serta menciptakan kebijakan yang baik untuk rakyat,” kata Anas.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?