Kata Anas, prank merupakan hal yang menyakitkan bagi korban. Tidak hanya rakyat, para elite politik bahkan bisa meraung-raung jika mereka terkena prank.
“Jangankan rakyat, elite saja kalau di-prank nangis-nangis. Elite kalau di-prank meraung-raung, apalagi rakyat,” tegasnya.
Atas alasan tersebut, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu meminta caleg PKN untuk senantiasa setia dengan suara rakyat yang sudah mempercayakan aspirasi dan harapannya kepada partai. Semua itu perlu dituangkan dalam bentuk kebijakan pro-rakyat.
“Musti setia dan loyal. Miliki loyalitas yang tinggi kepada rakyat serta menciptakan kebijakan yang baik untuk rakyat,” kata Anas.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri