POLHUKAM.ID - Dipasangkannya Anies Baswedan oleh koalisi parpol pengusung dengan Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 merupakan takdir sejarah dalam perpolitikan Indonesia. Duet ini diharapkan membawa perubahan akan terwujudnya persatuan Indonesia yang berkeadilan sosial.
Demikian disampaikan Koordinator Perhimpunan Aktivis 98 Ulung Rusman dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Anies-Cak Imin Simbol Persatuan Bangsa", di Jalan Saharjo, Jakarta Selatan pada Selasa (5/9).
Ulung mengatakan, bersatunya dua tokoh tersebut sangat positif karena akan menjadi simbol persatuan dua ormas besar Indonesia yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Anies adalah kader Muhammadiyah. Ia kini tercatat sebagai salah satu anggota penasihat Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Sementara Muhaimin adalah kader NU. Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut merupakan keturunan pendiri dan ulama NU KH Bisri Syansuri.
Seperti Muhammadiyah dan NU, menurut Ulung, Anies-Cak Imin adalah tokoh yang fokus pada persatuan bangsa dan menjunjung tinggi prularisme dan toleransi dalam menjaga persatuan bangsa.
Artikel Terkait
BBM Naik 18 April 2026: DPR Peringatkan Dampak Ini ke Harga Sembako!
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut