"Karena kalau kita melihat, ya kita terbuka aja ya, bahwa Anies ketika dipasangkan dengan yang tersedia di Koalisi Perubahan rasanya menjadi tidak menggigit, ya. Peluangnya menjadi tidak lebih besar," ujarnya.
Kemudian, Ali melanjutkan, NasDem berpikir bahwa opsi yang ada itu bisa diterima. Namun, tidak ingin segera diumumkan ke masyarakat karena ditakutkan ada pilihan lain.
"Nah, alhamdulillah tidak terlalu lama setelah terjadi deadlock itu, Allah menghadirkan Cak Imin sebagai alternatif yang kemudian pas menurut kami untuk kita pasangkan," terang dia.
Ali menilai bahwa Cak Imin lebih mudah untuk diterima bersama-sama. Karena, lanjutnya, menjadi sangat mudah bagi Koalisi Perubahan untuk menjelaskan kepada masyarakat, bahwa Anies ingin memperbaiki Indonesia. Ia menilai Cak Imin memiliki pengalaman yang banyak.
"Pernah menjadi aktivis, menjadi menteri, menjadi anggota DPR pengalaman, apa lagi yang kurang yang kemudian membuat kita ragu, membuat masyarakat ragu untuk memasangkan dia dengan Mas Anies?" pungkas dia.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang