"Pernah kami tanya waktu ketemu sama Pemred, kenapa kok bisa langsung klik sama (Partai Demokrat) knowing bahwa sebelumnya ada (masalah), tidak 100% hubungannya itu smooth, karena ada background-background. Kenapa kok bisa langsung klik sama (SBY), koalisi sama Demokrat?" tutur Uni, dikutip pada Kamis (21/9/2023).
"Pak SP itu mengatakan, 'Ya karena Demokrat datang ke saya tidak dengan persyaratan bahwa AHY harus jadi cawapres'," sambungnya.
Lantaran tidak adanya syarat dan mahar itulah yang membuat Partai NasDem kemudian menerima Partai Demokrat untuk bergabung dengan Koalisi Perubahan.
Dalam kesempatan berbeda, Anies juga tak menampik bahwa Partai Demokrat memang tidak memaksa untuk menjadikan AHY cawapresnya. Namun perkara cawapres inilah yang sepertinya menjadi alasan Partai NasDem dan Partai Demokrat deadlock.
"Opsinya waktu itu tinggal Mas AHY. NasDem waktu itu menyampaikan, 'Kami tidak keberatan, tapi deklarasinya nanti di ujung'. Demokrat (menjawab), 'Kalau tidak ada opsi yang lain, kenapa tidak dideklarasikan sekarang?'" ujar Anies di kanal YouTube Liputan6.
"Jadi bisa dibilang kalau Demokrat mengatakan tidak memaksakan AHY memang benar, tapi kalau harus dideklarasikan ya harus AHY karena nggak ada yang lain. Inilah perbedaan yang tidak ketemu," lanjutnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Buni Yani Sindir KPK: Fokus Tangkap Bupati, Keluarga Jokowi Kebal Hukum?
Jokowi Siap Blusukan 7.000 Kecamatan Demi PSI: Haus Kekuasaan atau Strategi 2029?
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?