"Jadi dinasti itu adalah kerajaan, keturunan, darah yang mewakili kekuasaan secara langsung. Bahwa kalau raja, anak saya, ada darah saya, dia harus menjadi raja juga. Sewaktu saya berkuasa dia namanya putra mahkota, setelah saya mangkat, putra mahkota jadi raja. Itu yang namanya dinasti," jelas Fahri.
Menurut Fahri yang terjadi saat ini bukanlah dinasti politik, tapi keluarga politik. Maksudnya dalam satu keluarga ada yang beberapa yang menjadi politisi. Bagi Fahri kondisi itu tidaklah salah.
"Kalau dalam demokrasi tidak ada [dinasti], yang ada itu namanya keluarga politik. Keluarga politik itu adalah kok banyak politisi dalam keluarga itu. Lho, itu sama dengan keluarga dosen, keluarga kiai, keluarga ustaz, keluarga pedagang, ya kan. Itu sama. Keluarga namanya," pungkas Fahri.
Prabowo-Gibran maju sebagai capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Koalisi tersebut terdiri dari sejumlah partai politik, salah satunya Partai Gelora.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Buni Yani Sindir KPK: Fokus Tangkap Bupati, Keluarga Jokowi Kebal Hukum?
Jokowi Siap Blusukan 7.000 Kecamatan Demi PSI: Haus Kekuasaan atau Strategi 2029?
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?