Lanjut Silaen, "tayangan aksi sinetron politik yang diperankan oleh Jokowi bersama keluarganya, menimbulkan guncangan politik. Seluruh rakyat Indonesia melihat dengan jelas permainan politik yang dilakukan oleh orang disekelilingnya Jokowi dan sepertinya direstui. Apakah Jokowi dan keluarganya tidak sadar sedang dijerumuskan ke kubangan lumpur dan meruntuhkan kepercayaan publik selama ini," tanya Silaen.
Silaen menambahkan, "apa yang dikatakan presiden Jokowi justru yang dilakukan sebaliknya oleh kaum 'penjilat'nya, bertolak belakang 180', apakah itu yang dipesan oleh Jokowi lewat panggung belakang? Kalau bukan itu kenapa yang dikerjakan sebaliknya dari ucapan presiden Jokowi? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dibenak banyak orang, kenapa Jokowi melakukan hal-hal yang kontroversi," kritik Silaen.
Sungguh sangat disayangkan akhirnya presiden Jokowi tak mampu jadi suri tauladan bagi kepemimpinan nasional, yang awalnya begitu mempesona dihati rakyat, namun seketika runtuh dan hancur berkeping- keping oleh syahwat politik ingin melanggengkan kekuasaannya, lewat majunya Gibran putra sulungnya, "ungkap aktivis organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) itu.
Jelas- jelas Rakyat Indonesia tidak mau kembali ke zaman orde baru, ehhh justru kepemimpinan presiden Jokowi melanggengkan KKN versi baru ala Jokowi dan antek-anteknya. Yang kehilangan akal sehat dan haus kekuasaan, ingat kan? apa ditentang rakyat dari orde baru itu jelas sekali yakni KKN, "tandasnya. (*)
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?