Jika itu dilakukan terus menerus, maka material batu itu tidak menumpuk dan air dapat meresap ke bawah tanah," kata Mensos Risma.
Menurutnya, aliran sungai yang ada di Desa Pasar Puntung juga terlalu deras sehingga ketika hujan air mengalir kencang dari wilayah hulu.
Sementara itu, kata dia, aliran sungai tidak memiliki penahan sehingga akan langsung berdampak ke pemukiman warga. "Kita milih musibah atau kerja sendiri, jangan menunggu lama, kerjakan dan dilakukan secara terus menerus supaya tidak terulang kembali banjir ini.
Jangan tunggu proyek, lakukan kerja sendiri saja," ujar Mensos Risma. Mensos Risma juga akan mengusahakan alat berat untuk membantu mengeruk sungai yang dangkal karena material banjir bandang.
"Kita kerja sendiri saja, saya juga dulu kerja sendiri menangani banjir di Surabaya, dalam satu tahun tiga kali sampai empat kali. Kalau dikerjakan semuanya akan beres," pungkas Risma
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?