Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu menjelaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena pendukung masing-masing calon bisa saling meniadakan.
"Pendukung Anies bisa saja menarik dukungannya jika berpasangan dengan Ganjar, begitu juga sebaliknya," kata Jamiluddin.
Jamiluddin menilai bahwa pendukung Anies dan Ganjar seperti minyak dan air
"Jadi, Anies dan Ganjar tampaknya kurang pas untuk dipasangkan," jelasnya.
Jamiluddin menjelaskan, mereka lebih baik saling bertarung dengan memilih cawapres pilihan yang bisa meningkatkan elektabilitas.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?