Baca Juga: Kasus Menurun! Polri Catat 234 Gangguan Kamtibmas oleh Kelompok Kriminal Politik sepanjang 2023
Split ticket voting, di mana pemilih tidak memilih pasangan capres-cawapres yang diusung oleh partai yang dipilihnya, juga terjadi pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PKB, yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar, memiliki elektabilitas sebesar 9,2 persen. Namun, hanya 46,2 persen pemilih PKB yang memilih pasangan Anies-Muhaimin, sementara 31,9 persen memilih Prabowo-Gibran, dan 16 persen memilih Ganjar-Mahfud.
Sebaliknya, Partai Gerindra terlihat lebih solid, dengan 91,6 persen pemilihnya mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
Survei CSIS ini juga memberikan gambaran elektabilitas pasangan capres-cawapres. Pasangan Prabowo-Gibran masih memimpin dengan elektabilitas 43,7 persen, diikuti oleh pasangan Anies-Imin dengan elektabilitas 26,1 persen, dan Ganjar-Mahfud dengan tingkat keterpilihan sebesar 19,4 persen.
Survei ini dilakukan pada 13-18 Desember 2023 terhadap 1.300 responden dari 34 provinsi dengan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen, dengan toleransi kesalahan sekitar 2,7 persen.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: indotren.com
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?