"Nah jadi pikiran-pikiran ini, jadi kalau ditanya apakah ada Pak Ganjar atau Bung Anies, ada Pak Prabowo bisa saja, tidak ada masalah," ucapnya.
Dia mengingatkan, berkompetisi bukan dengan saling menjatuhkan, tapi bisa berkompetisi di dalam harmoni dan bagaimana juga mencoba berupaya untuk membangun kesadaran publik, agar politik identitas, politik aliran, politik ajaran dengan kebebasan sosial media yang ada pada saat ini bisa diselesaikan dan saling menghormati sebagai suatu bangsa.
"Mudah sekali untuk mencurigai, menghujat, kalau bisa kita alihkan pada pikiran-pikiran yang mengajak, bahwa kita satu bangsa. Hadapi pemilu kita bersama untuk saling menjaga, menghormati, saling mengingatkan kalau ada kekurangan satu sama lain bahkan sesudah Pemilu dan itu komitmen bagi bersama," tutupnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang