"Nah jadi pikiran-pikiran ini, jadi kalau ditanya apakah ada Pak Ganjar atau Bung Anies, ada Pak Prabowo bisa saja, tidak ada masalah," ucapnya.
Dia mengingatkan, berkompetisi bukan dengan saling menjatuhkan, tapi bisa berkompetisi di dalam harmoni dan bagaimana juga mencoba berupaya untuk membangun kesadaran publik, agar politik identitas, politik aliran, politik ajaran dengan kebebasan sosial media yang ada pada saat ini bisa diselesaikan dan saling menghormati sebagai suatu bangsa.
"Mudah sekali untuk mencurigai, menghujat, kalau bisa kita alihkan pada pikiran-pikiran yang mengajak, bahwa kita satu bangsa. Hadapi pemilu kita bersama untuk saling menjaga, menghormati, saling mengingatkan kalau ada kekurangan satu sama lain bahkan sesudah Pemilu dan itu komitmen bagi bersama," tutupnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini