Yenny menyesalkan suasana debat dirusak akibat penyampaian yang kurang sopan dari Gibran. Dia menilai hal itu tidak sesuai dengan norma kesopanan yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Komunitas Tionghoa di Solo, Dekkarasikan Dukungan untuk Prabowo Gibran
"Sangat disayangkan sih bahwa kemudian suasananya menjadi rusak ketika ada persoalan cara menyampaikan debat yang tidak sesuai dengan norma kesopanan di Indonesia," ujarnya.
Menurut Yenny, debat seharusnya tidak diisi dengan cara-cara tidak sopan. Yenny mengatakan seharusnya debat dapat berlangsung dengan penuh bermartabat.
"Jadi ada penilaian seolah-olah ada paslon tertentu yang berupaya untuk meremehkan paslon lainnya. Menurut saya kita membutuhkan debat yang bermartabat, debat yang menggali substansi, bukan debat yang diisi dengan upaya-upaya untuk menjatuhkan orang lain lewat cara-cara yang tidak sopan," ucap Yenny.
Yenny berharap debat terakhir nanti dapat lebih mendidik. Terutama, kata dia, perlu untuk mengedepankan etika.
"Kira berharap bahwa debat ke depan betul-betul mendidik baik secara substansi maupun secara etika, kita menunjukkan bahwa usia berapa pun itu tetap bisa menghargai orang lain," imbuhnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suarakarya.id
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?