Para kandidat capres dan cawapres, lanjut Yenny Wahid, harusnya bisa saling menunjukkan rasa hormat dalam debat.
Karena mereka yang mencalonkan, kata Yenny Wahid, adalah para tokoh yang dianggap layak sebagai para calon pemimpin.
Untuk itu, gimik saling menjatuhkan dalam debat hanya mencontohkan etika politik buruk terutama bagi anak muda.
Yenny khawatir aksi saling menjatuhkan justru hanya memberikan contoh bahwa anak muda tak lagi memiliki rasa hormat.
"Anak muda tidak punya etika. Justru, mereka yang merasa mewakili anak muda justru harus menunjukkan bahwa anak muda itu punya etika, anak muda itu bisa mengekspresikan dirinya dengan penuh hormat kepada orang lain," sambungnya.
Baca Juga: Muhaimin dan Gibran Saling Sindir di Debat Cawapres Malam Ini: Bukan Catatan MK
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang