Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam perilaku masyarakat, di mana pencarian informasi beralih dari cara konvensional menjadi ranah digital.
Oleh karena itu, literasi digital menjadi keterampilan krusial dalam memilah dan memilih informasi di dunia maya, agar pemilu berlangsung dengan harmonis.
Pada suatu seminar literasi digital di Kabupaten Purbalingga, Mohamad Irwan menjelaskan bahwa melalui media sosial, masyarakat kini memperoleh informasi seputar pemilu.
Baca Juga: Mewaspadai Ancaman Radikalisme di Medsos Jelang Pemilu 2024
Oleh karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat mengelola perbedaan pendapat dengan bijak, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya.
Irwan menambahkan pentingnya menjaga keharmonisan jelang pemilu, untuk mencegah perpecahan akibat perbedaan pilihan politik.
Sikap toleran, menurutnya, menjadi kunci untuk mengawal pesta demokrasi agar tetap damai.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: manggarainews.com
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri