Selain itu, Hasto menilai bahwa hal yang kurang substansial cenderung lebih mengemuka dibanding yang substansial.
Hal itu menjadi salah satu refleksi dari studi geopolitik Soekarno yang dia lakukan.
Menurutnya, dibanding meributkan hal kurang strategis, sebaiknya saat ini semua elemen bangsa harus terpanggil keluar untuk kemajuan bangsa.
"Jangan akhirnya dikit-dikit urusan yang tidak substansial, kemudian jadi isu nasional. Sementara itu, hal yang seharusnya jadi isu nasional, tidak dapat ruang yang cukup di ruang publik," katanya. (ant)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran