Ketinggiannya mencapai 50-80 meter dengan kecepatan 50 kilometer/jam. Semuanya berjalan lancar, tanpa kendala.
Setelah ditinggalkan Ale, nasib taksi terbang di IKN bakal terbengkalai yang akhirnya hilang dalam peredaran. Rencana beroperasi pada 2028 hanya menjadi 'omon-omon'.
Ya, karena taksi terbang akan beroperasi ketika IKN sudah benar-benar terwujud.
Mau tak mau harus menunggu fasilitas untuk hidup, terbangun dengan memadai. Serta ada penghuninya dalam jumlah besar.
Selain itu, ada kendala soal perizinan. Karena Indonesia anggota organisasi penerbangan sipil dunia yakni ICAO (International Civil Aviation Organization), dan asosiasi penerbangan internasional yakni IATA (International Air Transport Association).
Di mana, pihak ICAO belum memberikan izin taksi terbang sementara IATA belum merekomendasikan taksi terbang beroperasi komersiil.
"PoC taksi terbang produksi Hyundai Motors Company (HMC)-Korean Aerospace Research Institute (KARI) yang telah dilaksanakan pada 2024 di Samarinda, adalah bagian dari serangkaian keberhasilan yang telah ditorehkan Kedeputian THD," ujar Ale yang kabarnya bakal kembali mengajar di Fakultas Teknik UI itu.
Sumber: Inilah
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini