Karena itu, Riza tak mau mempermasalahkan adanya deklarasi dukungan terhadap Anies. Apalagi dukungan politik terhadap satu tokoh sudah dilindungi oleh negara sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.
"Itu kan kalau ada satu komunitas satu kelompok atau pribadi pribadi mendeklarasikan mendukung untuk menjadi Capres, Cawapres Gubernur atau Wagub, Bupati itu hak warga negara," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/6/2022).
Ia pun meminta masyarakat atau pihak manapun tidak mempermasalahkan soal deklarasi ini. Urusan perbedaan pendapat dimintanya jangan sampai malah menimbulkan perpecahan.
"Itu hak yang dilindungi UU dan warga negara punya dua hak, hak dipilih dan hak memilih. Jadi kita hormati itu," jelasnya.
Selain itu, menurutnya sudah wajar saja muncul berbagai dukungan untuk tokoh manapun mengingat waktu menuju Pemilu tidak sampai dua tahun lagi.
"Karena ini kan pemilu kan 14 Februari dan waktunya kurang dari dua tahun jadi dinamika itu sesuatu yang biasa. Negara kita demokratis kita mari jaga dan boleh beda pilihan, beda partai, tapi harus hidup rukun menjaga NKRI kita," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Front Persaudaraan Islam (FPI), Muhammad Alattas membantah informasi yang menyebut bahwa FPI mendeklarasikan diri mendukung Gubernur Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Khawatir, Ini Buktinya!
Utang Indonesia Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Besarnya, Tapi Ini Alasannya!
Utang Indonesia Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Bilang Jangan Panik – Ini Alasannya
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun! Menkeu Buka Suara: Jangan Panik, Ini Alasannya