Nada komentarnya terkesan ironis, seolah memuji namun menyindir.
Gibran Rakabuming Raka sebelumnya menceritakan pengalamannya saat pertama kali bergabung dengan HIPMI.
Ia mengaku harus mengatur meja dan kursi sebagai tugas awal dari seniornya.
Ini menunjukkan bahwa ia memulai karirnya dari bawah.
Namun, banyak yang menilai bahwa keberhasilannya mencapai posisi strategis seperti Wali Kota Solo dan kini Wakil Presiden tidak lepas dari dukungan dan pengaruh ayahnya.
Presiden Joko Widodo dianggap memiliki peran besar dalam karir politik Gibran.
Komentar Tere Liye ini memicu beragam respons dari warganet. Sebagian mengapresiasi sindiran halusnya.
Sementara yang lain merasa bahwa perjuangan Gibran patut diakui meski dengan dukungan keluarga.
Namun, beberapa juga sepakat bahwa kisah Gibran menjadi contoh bagaimana latar belakang keluarga dapat memengaruhi karir politik seseorang. Meski begitu, kerja keras dan integritas tetap dibutuhkan.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?