“Dokumen jahanam itu tidak dibuat di barak militer. Tapi dirancang di kamar gelap Megawati. Dari situ, Jokowi diloloskan sebagai Walikota, Gubernur dan menjabat dua periode presiden,” sebutnya.
“Petugas partai bermodal ijazah palsu tampil serba licik dengan Megawati. Hasilnya berbagi jatah: Gibran jadi Wapres, Puan kembali pimpin DPR. Sementara kubu koalisi sipil digiring jadi pembenci TNI,” tambahnya.
Kini, menurutnya PDIP, Megawati dan Jokowi menjadi pengwaris kehancuran untuk negara.
Hadirnya korupsi hampir di semua sektor terkhsusunta BUMN dan oligarki kini semakin berkuasa.
Kader-kader politik semakin menunjukkan supremasi sipil yang melakukan hal semau mereka.
“Tak hanya itu, Mega, PDIP dan Jokowi mewariskan kehancuran bernegara. Korupsi di semua sektor, BUMN jadi sarang maling, SDA dirampok, utang bertumpuk, oligarki makin berkuasa, dll,” tuturnya.
“Petugas partai berkedok supremasi sipil bebas bertindak semena-mena. Sebaliknya Megawati dan mitra koalisi sipil terkesan semakin kompak menutupi ijazah palsu Jokowi. Supremasi tipu-minipu ala sipil…!,” terangnya.
👇👇
✍️
Ijazah Palsu Jokowi,
Koalisi Sipil Bungkam…"
Faizal Assegaf (kritikus politik)
Rakyat dan TNI jadi korban konspirasi jahat PDIP. Misal, ihwal ijazah palsu Jokowi, masih tersimpan rapi di berangkas Megawati. Dan ironinya, LSM berjubah koalisi sipil, bersikap bungkam.… pic.twitter.com/HjJUEVOpbk
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi