Deni menambahkan, dalam dua bulan terakhir dukungan kepada Ganjar naik (dari 26,3 persen pada Maret 2022 menjadi 30,3 persen pada Mei 2022), Prabowo turun dari 34,3 persen menjadi 27,3 persen, sementara Anies tidak banyak banyak berubah dari 23,8 persen menjadi 22,6 persen.
“Dalam setahun terakhir (Mei 2021-2022) dalam simulasi 3 nama teratas menurut berbagai survei sejauh ini, Ganjar naik dari 25,5 persen ke 30,3 persen; Prabowo turun dari 34,1 persen ke 27,3 persen; Anies cenderung stagnan, di 23,5 persen dan 22,6 persen,” tutupnya.
Survei ini dilakukan pada 10-17 Mei 2022 dengan populasi warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden.
Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Restorative Justice atau Blunder? Misteri Pencabutan Tersangka Eggi-Damai dalam Kasus Ijazah Jokowi Terkuak
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra! Ini Alasan Krusial Jelang Jadi Deputi Gubernur BI
Anies Baswedan Diusung Partai Baru di 2029, Demokrat Ingatkan Hal Krusial Ini!
Pertemuan Rahasia Jokowi & Eggi: Kesepakatan Ijazah Palsu Terungkap, Ini Isi Understanding-nya!