Silfester menyinyalir wacana ini sengaja dihembuskan untuk mengadu domba Prabowo, Gibran dan Jokowi serta bangsa seperti halnya polemik Ijazah Jokowi, Isu Matahari Kembar, UU TNI dan lain-lain.
Silfester Matutita menyampaikan Pemakzulan Gibran hanya sasaran antara tujuan utama adalah melengserkan Presiden Prabowo yang dilakukan oleh:
- Barisan sakit hati yang tidak dapat jabatan atau yang dicopot jabatannya di era Jokowi dan sekarang Prabowo
- Koruptor, pengusaha hitam dan politisi jahat yang terganggu urusannya
- Pendukung capres yang belum move on karena kalah pilpres
- Kaum radikal agama yang organisasinya diberangus di era Jokowi
- Pihak asing yang ingin melemahkan Indonesia
- Pengamat dan paranormal yang menakuti rakyat, bahwa Indonesia akan krisis, Gibran dimakzulkan dan prabowo akan dikudeta oleh orang kurus, padahal itu semua itu hanya halusinasi
"Kita harus percaya bahwa Prabowo-Gibran sangat kompak termasuk hubungan dengan Pak Jokowi sangat amat baik dan tidak mungkin pecah, bahkan Presiden Prabowo baru saja mengutus Pak Jokowi sebagai utusan Indonesia untuk pemakaman Paus di Vatikan,"
"Saya mengajak kepada warga jangan sampai kita terhasut dan terpecah belah. Kita harus solid dan bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak menentu," tutupnya.
Sumber: JPNN
Artikel Terkait
Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Ancaman Nyata bagi Masa Depan PSI Pasca-Jokowi?
Jokowi Klaim Tak Teken Revisi UU KPK 2019, Tapi Pengamat Beberkan Fakta Mengejutkan Ini
Gibran Jadi Bumerang Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Analis Prediksi Duet Ini Berisiko
Ketua BEM UGM Bongkar 4 Fitnah Keji yang Diterimanya: Dari LGBT hingga Penilapan Dana