Adib mengatakan bahwa absennya BUMN dalam Formula E jadi upaya mengganjal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Menurut Adib, kesan politik dari program Pemprov DKI Jakarta tersebut sangat kental.
"Masyarakat pendukung Anies pasti merasa kecewa lantaran Formula E terkesan diganjal," ujar Adib kepada GenPI.co, Jumat (10/6).
Adib juga mengaku bahwa Formula E dianaktirikan, tak seperti perlakukan pemerintah pusat kepada MotoGP Mandalika.
Akan tetapi, menurutnya, pihak yang kontra dengan Anies akan merasa hal tersebut sudah sepatutnya dilakukan.
"Mungkin saja pihak yang beroposisi dengan Anies menilai efek domino Formula E tidak sebaik MotoGP Mandalika," tuturnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?