"Sementara publik tetap menganggap bahwa China ini masalahnya semakin lama semakin banyak di dunia bikin masalah, karena itu mulai ditegor oleh Inggris."
"Tapi pak Jokowi enggak ada penasehat, dia akhirnya dijebakkan dalam pola bahwa atau pergi ke China atau kita bangkrut, padahal China lagi membangkrutkan banyak negara, itu paradoksnya," ungkapnya.
Selain itu, kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan dengan China juga dipertanyakan, karena dia pasti membutuhkan dana talangan untuk proyek Jokowi.
"Mungkin kita bisa bayangkan bahwa apakah Sri Mulyani ikut, Sri Mulyani secara pragmatis juga merasa butuh talangan dana untuk IKN, nerusian proyek-proyek Jokowi yang spektakuler," pungkasnya.
Sumber: NewsWorthy
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid