"Salut Pak @mohmahfudmd. Anak kurang ajar, kurang ajar bukan hanya karena menghina Prof Mahfud, juga kurang ajar karena menghina majelis Debat KPU yang terhormat ini. Anak ini menghina dirinya sendiri. Produk gagal orangtua yang sepertinya juga tidak punya etika tidak punya adab!. Pihak yang menjadi korban ketengilan dan kesongongan Gibran adalah Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD", tutur @DokterTifa.
Meskipun aksinya ini mendapatkan perhatian besar dari masyarakat, namun hasil akhirnya membawa dampak negatif, terutama dalam hal etika proses politik Gibran.
Hal ini berujung dicatut kembali pihak seperti Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, pamannya yang mengalami penurunan popularitas hingga 60% akibat sentimen negatif yang dipicu oleh aksi Gibran.
Dalam menanggapi kontroversi ini, Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memberikan catatan tentang pentingnya menjunjung tinggi etika, terutama dalam sebuah debat cawapres.
Cak Imin menegaskan bahwa etika harus diterapkan, termasuk dalam menjawab pertanyaan yang diajukan dalam debat.
"Tenang Pak Gibran, semua ada etikanya," ujar Cak Imin sebagai respons terhadap pertanyaan tentang Lithium Ferrophospate (LFP) yang diajukan oleh Gibran.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayobandung.com
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid