METRO SULTENG - Dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sistem penyedia air bersih (sumur artesis) yang diperuntukkan di lokasi hunian tetap (Huntap) di Kelurahan Tondo, Kota Palu, pada tahun 2019, sudah ada tersangkanya.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu telah menetapkan dua orang tersangka kasus yang merugikan keuangan negara sekitar Rp1, 7 miliar, setelah kasusnya ditingkatkan ke penyidikan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Penetapan Tersangka Kasus Sumur Artesis Menunggu Waktu, Kajari Palu: Insya Allah Ada Tersangkanya!
Dua orang yang jadi tersangka adalah Azmi Hayat (AH) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek sumur artesis waktu itu. Tersangka satunya lagi Simak Simbara (SS) penyedia jasa atau kontraktor yang mengerjakan proyek APBN tersebut.
"Kami sudah tetapkan tersangka pembangunan sumur artesis. Ada 2 orang," kata Kajari Palu melalui Kasi Intel I Nyoman Purya, Rabu (3/1/2024).
Pagu proyek APBN yang melekat di Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2019 senilai Rp6,9 miliar. Perusahaan yang mengerjakan adalah CV Tirta Hutama Karya.
Baca Juga: Kerugian Negara Proyek Sumur Artesis Rp1, 7 Miliar, Kontraktor Baru Kembalikan Rp360 Juta
Artikel Terkait
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil Hingga Luar Negeri, Benarkah Terkait Korupsi Rp222 Miliar Bank bjb?
Buni Yani Tantang KPK: OTT Gencar Tapi Tak Berani Usut Jokowi dan Keluarga, Kenapa?
Dalang Pencurian Emas 774 Kg Dibebaskan Jadi Tahanan Rumah, Ini Fakta Hukum yang Bikin Geram!
OTT KPK di PN Depok: Kejar-Kejaran Malam Gelap & Tas Ransel Rp850 Juta di Lapangan Golf