Pimpinan DPR, khususnya Sufmi Dasco, beberapa kali menyatakan surat itu “akan dijadwalkan”, tetapi faktanya lebih dari dua bulan belum ada tindak lanjut.
Sumber di parlemen menyebutkan mayoritas fraksi sebenarnya condong mendukung pemakzulan, namun belum ada kesepakatan soal figur pengganti.
Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Demokrat dan Puan Maharani dari PDIP kerap disebut sebagai calon kuat, meski masing-masing menimbulkan resistensi politik.
Bahkan nama Dasco sendiri belakangan disebut-sebut bisa lebih diterima lintas partai.
Meski Gibran menunjukkan gestur hormat dan sikap merendah ketika menemui Try Sutrisno, para purnawirawan menegaskan gerakan mereka tidak bersifat personal, melainkan menyangkut moral dan konstitusi.
Mereka menilai Gibran naik ke kursi wakil presiden melalui proses cacat konstitusi akibat putusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial, serta dinilai minim kapasitas untuk memimpin negara.
“Para purnawirawan berjuang mempertaruhkan jiwa raga demi republik ini. Mereka tak akan tinggal diam melihat kepemimpinan bangsa diamanahkan kepada sosok yang dianggap belum layak,” ujar salah satu tokoh purnawirawan.
Dalam waktu dekat, para purnawirawan berencana kembali mengirim surat resmi kepada pimpinan MPR-DPR-DPD sekaligus melakukan audiensi langsung.
Mereka menegaskan akan terus mendesak agar pemakzulan Gibran segera dibahas dalam sidang istimewa MPR.
Sumber: PorosJakarta
Artikel Terkait
Aiman Witjaksono Diperiksa Polda Metro: Apa Isi Kesaksiannya Soal Ijazah Jokowi?
Nurhadi Divonis 5 Tahun: Mengungkap Skandal Gratifikasi Rp137 Miliar & Pencucian Uang Rp308 Miliar di Mahkamah Agung
Gugatan 9 Jenderal Purnawirawan Soal Ijazah Jokowi Disebut Salah Alamat, Ini Jalur Hukum yang Benar!
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!