Noel tak memungkiri sering mendapat tawaran siap dengan nilai fantastis yang mencapai miliaran rupiah.
Namun, Noel mengaku tak pernah mau menerima suap tersebut karena merasa harus menjaga integritasnya sebagai Wamenaker.
"Kalau yang nawarin banyak sebetulnya, tapi gue gak mau. Gue harus menjaga integritas," katanya sambil menggaruk pelipis dan merapikan lengan bajunya.
Sayangnya, Noel enggan menyebutkan nominal suap yang ditawarakan pengusaha padanya kala itu, tetapi ia menyebut sebenernya jumlahnya cukup membuat hidupnya sejahtera selama beberapa tahun.
"Kalau ditanya berapa ya banyak, menurut gue itu bisa sejahtera untuk berapa tahun lah ya yang jelas pasti miliaran, gak mungkin kecil," jelasnya.
Immanuel Ebenezer menolak, karena merasa negara ini ada bukan untuk memeras para pelaku usaha tetapi membina mereka.
"Negara ini kan bukan sedang memeras. Kita ini bukan kompetitor mereka, kita mau bina mereka," jelasnya.
Namun, semua pernyataan idealis dan citra bersih yang dibangunnya seakan runtuh seketika dengan berita penangkapannya oleh KPK.
Apalagi, penangkapan Noel oleh KPK ini terkait dengan kasus pemerasan terhadap perusahaan yang membuat sertifikasi K3.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Freddy Alex Damanik Diperiksa Lagi: Apa Hasil Terbaru Kasus Ijazah Jokowi?
Yurisdiksi Haji di Saudi: Alasan Kuat Eks Menag Yaqut Ajukan Praperadilan, Sidang Malah Ditunda!
Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Banser: Apa yang Dikhawatirkan KPK?
MAKI Laporkan Menag ke KPK: Jet Pribadi OSO untuk Nasaruddin Umar, Gratifikasi atau Bukan?