Ironisnya, Sunyoto Indra Prayitno sampai rela menguras hartanya demi membayar Mario Teguh dengan harapan bisnisnya akan sukses jika dipromosikan oleh motivator kawakan Indonesia.
Kendati demikian sampai akhir Sunyoto tidak memperoleh keuntungan apa-apa. Uangnya habis dibawa kabur oleh Mario Teguh dan istri.
"Setelah menerima uang tiap bulan, apa yang diminta bahkan yang di luar kontrak seperti minta uang untuk ke luar negeri lah atau kemana, itu dilakukan semua oleh klien kami. Klien kami bahkan jual mobil, jual rumah, segala macam hanya untuk bagaimana memenuhi syahwat MT," tuturnya.
Sebelum memutuskan melaporkan Mario Teguh dan istri ke polisi, Sunyoto sudah berusaha mendatangi langsung kediaman pasangan tersebut. Sunyoto berniat mengirimkan layangan somasi kepada mereka.
Namun usahanya gagal. Kediaman Mario dan Linna disebut sudah pindah dan pencarian semakin sulit dilakukan.
Maka demikian pada 19 Juni 2023 lalu Sunyoto melaporkan Mario Teguh dan Linna Teguh atas Pasal 372 dan 378 KUHP dengan tuduhan penipuan dan penggelapan uang.
"Kita sudah mensomasi yang bersangkutan tiga kali, tapi tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan, maka dari itu dengan terpaksalah kita melakukan LP (laporan) ini," ujar Djamaludin Koedoeboen.
Rencananya pekan depan Sunyoto Indra Prayitno akan memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai pelapor. Jika Mario Teguh dan istri terbukti bersalah maka keduanya diancam dengan hukuman empat tahun penjara.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bongkar Fakta Harga Chromebook di Sidang Tipikor: Rp10 Juta atau Rp5,8 Juta?
KPK Panggil Lagi Yaqut Cholil Qoumas, Misteri Kerugian Triliunan dari Kasus Kuota Haji Terkuak?
Mengungkap Skandal Nikel Rp 2,7 T: Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK & Anggota DPR!
Roy Suryo Balas Dendam? Ini Rencana Pelaporan Balik ke Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis