"Dalam pemeriksaan, sudah ditetapkan lima tersangka.
Tersangka utama inisial DH, dan empat lainnya adalah driver dan seterusnya yang ikut serta membantu dalam pengangkutan anjing," kata Kombes Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, seperti dilansir oleh detikJateng.
Irwan juga menjelaskan bahwa anjing-anjing tersebut dibeli di daerah Subang, Jawa Barat.
Namun, dokumen-dokumen yang dibawa oleh para pelaku dianggap palsu oleh pihak berwajib.
"Untuk keterangan sementara begitu (anjing untuk dikonsumsi), sudah beberapa kali, ratusan (yang dikirim)," ujar Irwan, menggambarkan skala kegiatan yang dilakukan oleh para tersangka.
Proses Perolehan Anjing dan Dokumen Palsu
Polisi saat ini tengah mendalami asal-usul perolehan anjing-anjing tersebut.
Baca Juga: Fakta Unik Anjing Laut yang Butuh Upaya Pelestarian untuk Ekosistem Laut
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Gugatan 9 Jenderal Purnawirawan Soal Ijazah Jokowi Disebut Salah Alamat, Ini Jalur Hukum yang Benar!
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?