Sebetulnya, kata Zakaria, rombongan pemotor itu memang tengah mencari 'mangsa' di Mertoyudan. Tapi, tidak ada orang dan melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya rombongan yang merupakan remaja itu pun melintasi Jalan Sultan Agung, Karet, Jurangombo Selatan.
Ternyata, di tepi jalan, ada banyak pemuda yang nongkrong. Kemudian, lanjut dia, rombongan orang yang paling belakang merasa dilempari sesuatu. Lantas, rombongan paling depan berbalik arah setelah mendengar kabar tersebut.
Akhirnya, mereka mengejar para pemuda yang sedang nongkrong tersebut hingga masuk ke perkampungan Gang V RT 5/RW 7. Dari situ, terjadilah aksi kejar-kejaran dan rombongan itu mengeluarkan sajam.
Merasa tersulut emosi, para pemuda itu juga membalas mereka dengan mengejarnya ke arah Taman Makam Pahlawan (TMP) Giriloyo. Bahkan, lanjut Zakaria, kedua kelompok tersebut kembali terlibat tawuran di Gang V. Aksi saling lembar batu tidak terelakkan.
Baca Juga: Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi ke Sultan Ground
Karena suasana semakin tidak kondusif, dia memberi kabar kepada Babinsa setempat. Babinsa itu lantas meminta bantuan Polsek Magelang Selatan. Akhirnya, rombongan tersebut bubar usai polisi datang. Polisi sempat mengejar rombongan itu dan berhasil menangkap dua orang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarmalioboro.jawapos.com
Artikel Terkait
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?