Karena ketakutan biar nanti permasalahan ini tidak terbongkar maka mendukunglah ke Paslon ini (nomor urut dua).
Menurut sepengetahuan NCW atas dugaan²nya itu apabila dibuka secara terang²an oleh ketua PPATK diyakini hingga dipastikan akan terang benderang semuanya, selesai semuanya.
Bahkan NCW menerima ada seorang mantan Jenderal yang saat ini lagi menghabiskan masa tuanya di pesantren, menyampaikan bahwa ada sekian Milliar Rupiah dananya yang dititipkan ke terduga, ulangi, ke terduga pelaku TPPU Raffi Ahmad yang sampai saat ini dananya ingin di kembalikan, (rupanya) tidak dikembalikan (oleh pelaku TPPU). Dia (mantan Jenderal) minta (hal ini) disampaikan (ke publik).
NCW mengatakan boleh asal dugaan, asal bisa bersaksi, asal bisa dibuktikan, kami (NCW) pasti akan membantu.
Dan NCW mengklaim tidak hanya satu perusahaan (RANS) saja, hingga NCW pun meminta kepada Ketua PPATK agar dugaan TPPU ini dibuka sebesar-besarnya, seluas-luasnya atau seterang-terangnya atas tindakan TPPU yang dilakukan oleh beberapa perusahaan , yang tiba-tiba memiliki kekayaan hingga ratusan Miliar Rupiah bahkan Trilliunan Rupiah yang tidak jelas asalnya.
NCW yakin dan menegaskan bahwa pihak PPATK mengetahui atas hal tersebut , dan pihak NCW mengingatkan PPATK agar jangan nanti apabila sampai berlarut-larut membuat kasus dugaan TPPU terhadap Raffi Ahmad menghilang, menguap seperti Kasus-kasus yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hariankami.com
Artikel Terkait
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil Hingga Luar Negeri, Benarkah Terkait Korupsi Rp222 Miliar Bank bjb?
Buni Yani Tantang KPK: OTT Gencar Tapi Tak Berani Usut Jokowi dan Keluarga, Kenapa?
Dalang Pencurian Emas 774 Kg Dibebaskan Jadi Tahanan Rumah, Ini Fakta Hukum yang Bikin Geram!
OTT KPK di PN Depok: Kejar-Kejaran Malam Gelap & Tas Ransel Rp850 Juta di Lapangan Golf