POLHUKAM.ID - Penyidik Polda Bali menetapkan seorang warga negara Jerman berinisial AF (53), yang diketahui merupakan direktur beberapa perusahaan di Bali, sebagai tersangka kasus alih fungsi lahan pertanian.
Lahan tersebut berlokasi di area Parq Ubud, atau yang dikenal dengan “Kampung Rusia”, karena banyak dihuni warga Rusia.
Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, menyebutkan bahwa tersangka adalah direktur PT Parq Ubud Partners, PT Tomorrow Land Development Bali, dan PT Alfa Management Bali.
Dalam kasus ini, lahan yang dialihfungsikan melibatkan 34 sertifikat hak milik (SHM) di kawasan Tegallalang, Ubud, Gianyar, dengan luas total sekitar 1,8 hektare.
Berdasarkan hasil penyelidikan, lahan tersebut termasuk zona yang dilindungi, seperti Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta zona perkebunan dan pariwisata.
Namun, di zona tersebut didirikan berbagai fasilitas seperti vila, spa center, dan peternakan hewan, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum terkait alih fungsi lahan.
“Di zona P1, berdiri vila, spa center dan peternakan hewan yang masih tahap pembangunan. Setelah digali ternyata, tanah itu merupakan alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan,” ujar Daniel, Jumat (24/1).
Artikel Terkait
Gus Alex Ditahan KPK: Modus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp622 Miliar Terungkap!
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi, Tapi Malah Dilaporkan Polisi karena Ijazah S2-S3 Palsu?
Fuad Hasan Belum Jadi Tersangka, MAKI Desak KPK: Ini Pihak Paling Diuntungkan!
Aksi Banser Kepung KPK: Protes Pemeriksaan Gus Yaqut Sampai Tarik Kawat Berduri, Ini Kronologinya