Operasi Southern Spear dan Persiapan Perang
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengumumkan dimulainya "Operasi Southern Spear" pada Kamis (13/11/2025), dengan misi membasmi "teroris narkotika" dari belahan bumi Barat. "Presiden Trump memerintahkan tindakan," tulis Hegseth di media sosial X.
Laporan media mengungkap, Trump telah diberikan opsi operasi militer di Venezuela—termasuk serangan darat—oleh pejabat militer seniornya. Menanggapi hal ini, AS telah mengerahkan kapal perang dan kapal selam di lepas pantai Venezuela.
Mobilisasi Besar-besaran Venezuela
Sebagai bentuk antisipasi, Nicolas Maduro mengumumkan mobilisasi 4,5 juta personel, terdiri dari militer reguler dan milisi sipil Bolivarian. "Kami siap menangkis serangan apa pun," tegas Maduro.
Venezuela juga telah menyebarkan kekuatan darat, udara, laut, dan sistem rudal secara intensif di seluruh negeri untuk merespon ancaman yang mereka sebut sebagai "imperialisme AS".
Debat Hukum Internasional dan Tuduhan Pembunuhan di Luar Hukum
Serangan AS terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik telah memicu perdebatan internasional mengenai pembunuhan di luar hukum. Komunitas global mempertanyakan legalitas aksi tersebut, mengingat Washington tidak menyediakan bukti bahwa kapal-kapal yang ditargetkan benar-benar digunakan untuk penyelundupan narkoba.
Ketegangan antara Washington dan Caracas kini mencapai titik kritis, dengan potensi konflik bersenjata yang mengancam stabilitas kawasan Amerika Selatan.
Artikel Terkait
AS Cabut Diri dari 66 Lembaga Dunia, Indonesia: Ini Ancaman Serius bagi Dunia!
Iran Siaga Tempur Tertinggi! Trump Ancam Serang, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
AS Sita Kapal Tanker Rusia, Moskow Balas dengan Kapal Perang: Siapakah yang Berani Maju?
AS Sita Kapal Tanker Hantu Bella 1: Pengejaran Dramatis Hingga Dijaga Kapal Selam Rusia