Operasi ini melibatkan berbagai aset militer AS, termasuk pesawat pengintai P-8 dan kapal penjaga pantai, dengan dukungan dari militer Inggris.
Penyitaan Kapal Kedua di Karibia
Selain Bella 1, AS juga menyita satu kapal tanker lain di kawasan Karibia. Kapal ini juga dianggap tidak memiliki kewarganegaraan dan diduga terlibat dalam aktivitas ilegal yang melanggar sanksi internasional.
Pernyataan Tegas Pejabat AS
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menegaskan komitmen pemerintah melalui pernyataan tegas. "Para penjahat dunia telah diberi peringatan. Kalian bisa lari, tetapi kalian tidak bisa bersembunyi," ujarnya.
Gedung Putih, melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak gentar dengan potensi peningkatan ketegangan. Kebijakan akan terus ditegakkan untuk kepentingan Amerika Serikat, termasuk memberlakukan embargo terhadap semua kapal armada gelap yang mengangkut minyak secara ilegal.
Operasi penyitaan kapal tanker minyak ini menandai langkah tegas AS dalam menegakkan sanksi internasional dan memerangi perdagangan minyak ilegal yang melibatkan Venezuela dan Rusia.
Artikel Terkait
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 35 Agen Teroris & Senjata Diamankan, Begini Modus Operasinya!
Trump Buka Permanen Selat Hormuz: Benarkah Ada Kesepakatan Rahasia dengan China?
Ledakan Dahsyat di Kilang Geelong: Pasokan Bensin Australia Terancam Lumpuh?