Pejabat anonim yang terlibat mengakui bahwa titik-titik pertahanan kunci Kanada diperkirakan hanya dapat bertahan antara dua hari hingga satu minggu jika menghadapi serangan skala penuh dari AS.
Mobilisasi Massal dan Dukungan Sekutu NATO
Untuk memperkuat ketahanan, Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, berencana membentuk pasukan relawan cadangan yang bisa mencapai 400.000 personel. Langkah ini bertujuan menciptakan kemampuan pertahanan total yang melibatkan masyarakat.
Yang lebih penting, Kanada percaya akan mendapatkan dukungan militer dari sekutu-sekutu NATO-nya yang memiliki senjata nuklir, seperti Prancis dan Inggris, jika invasi benar-benar terjadi.
"Jika Anda menyerang Kanada, Anda akan menghadapi seluruh dunia. Anda akan melihat kapal Jerman dan pesawat Inggris di sini untuk memperkuat kedaulatan kami," ujar Mayjen David Fraser, mantan pimpinan pasukan Kanada di Afghanistan, seperti dikutip dalam laporan.
Kesiapan untuk Skenario Terburuk Meski Peluang Kecil
Para analis menegaskan bahwa kemungkinan invasi AS ke Kanada tetap sangat rendah. Namun, penyusunan rencana ini menunjukkan komitmen Ottawa untuk mempersiapkan segala skenario terburuk dalam perencanaan pertahanan nasionalnya, sekaligus menegaskan pentingnya kedaulatan dan kemandirian strategis di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Artikel Terkait
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung: Ternyata Ini yang Terjadi pada Pemimpin Tertinggi Usai Diserang AS-Israel
Perdana Menteri Jepang Nyaris Kelaparan: Kisah di Balik Aturan Ketat yang Bikin Takaichi Kehabisan Makanan dan Kurang Tidur
Iran Punya Kartu As! Rudal Balistik Siap Hantam Daratan AS, Ini Kata Pakar
Praka Rico Gugur di Lebanon, TNI Kembali Berduka — Ini Fakta Terbaru Serangan ke Pasukan PBB