Krisis AS vs Iran: Kesiapan Militer dan Kilas Balik Operation Praying Mantis
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki fase kritis yang berbahaya. Militer AS dilaporkan berada dalam status kesiapan penuh untuk melancarkan operasi militer. Analisis intelijen menyebut opsi serangan paling cepat bisa terjadi pada akhir pekan ini atau dalam waktu 15 hari ke depan.
Salah satu simbol kesiapan tempur AS adalah pengerahan kapal induk tercanggihnya, USS Gerald Ford, yang dijadwalkan segera memasuki kawasan konflik. Sebagai respons, Iran juga meningkatkan status siaga militernya. Teheran disebut telah memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal di sekitar fasilitas nuklir strategisnya.
Kilas Balik Konflik: Operation Praying Mantis 1988
Jika konflik benar-benar meletus, ini bukan kali pertama kedua negara terlibat konfrontasi bersenjata langsung. Sejarah mencatat pertempuran laut besar antara AS dan Iran yang dikenal sebagai Operation Praying Mantis pada tahun 1988.
Pemicu dan Eskalasi Konflik
Konflik itu bermula pada 14 April 1988, ketika sebuah fregat AS, USS Samuel B. Roberts, menabrak ranjau laut yang dipasang Iran di perairan dekat Qatar. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah dan nyaris menenggelamkan kapal perang AS.
Insiden ini memicu kemarahan Washington. Presiden AS saat itu, Ronald Reagan, memerintahkan serangan balasan militer skala besar. Empat hari kemudian, pada 18 April 1988, AS meluncurkan operasi tempur terhadap target-target Iran di Teluk Persia.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Pangkalan AS: Apa Dampaknya bagi Stabilitas Global?
Viral! Detik-Detik Trump Tertidur di Acara Resmi, Benarkah Kesehatannya Memburuk?
Trump Ultimatum Iran: 10 Hari Menuju Perang atau Perdamaian?
Serangan AS ke Iran Akhir Pekan Ini? Keputusan Trump yang Bisa Ubah Timur Tengah Selamanya