Menurut Galloway, kehancuran tersebut terjadi karena sistem pertahanan udara Israel di atas Tel Aviv sudah tidak berfungsi. Kondisi ini diklaim memungkinkan Iran leluasa melancarkan serangan dengan rudal balistik terkuat mereka. Ia bahkan menyebut sekitar 50 rudal balistik menghantam Tel Aviv hanya dalam satu malam.
Klaim Korban Tewas Warga AS Capai 1.000 Jiwa
Tak hanya menyoroti Israel, Galloway juga meragukan data resmi korban tewas warga Amerika Serikat. Ia menuding pemerintah AS berbohong karena hanya mengakui empat kematian warganya.
Mengingat banyaknya target seperti pangkalan CIA, kedutaan besar, dan basis militer AS di luar negeri yang diklaim hancur, Galloway memperkirakan angka sebenarnya jauh lebih tinggi.
"Bagaimana mungkin semua pangkalan CIA, semua kedutaan besar Amerika, semua pangkalan asing Amerika Serikat hancur dengan hanya empat orang Amerika yang tewas? Saya berani bertaruh, jumlah orang Amerika yang tewas mendekati seribu orang dan mereka tidak bisa disembunyikan selamanya," tegasnya.
Dampak Ekonomi Global dan Ancaman Blokade Minyak
Galloway juga menyoroti dampak ekonomi global dari konflik ini, termasuk anjloknya pasar saham di berbagai negara yang memicu penghentian perdagangan otomatis. Ia mengklaim anomali terjadi di pasar saham Israel yang justru naik di awal pekan.
Di akhir pernyataannya, Galloway memperingatkan skenario terburuk: ancaman blokade total oleh Iran yang akan menghentikan ekspor minyak dari Teluk Persia, sebuah situasi yang ia sebut sebagai "apokalips".
"Saya berani bertaruh, jumlah orang Amerika yang tewas mendekati seribu orang dan mereka tidak bisa disembunyikan selamanya." - George Galloway
Artikel Terkait
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung: Ternyata Ini yang Terjadi pada Pemimpin Tertinggi Usai Diserang AS-Israel
Perdana Menteri Jepang Nyaris Kelaparan: Kisah di Balik Aturan Ketat yang Bikin Takaichi Kehabisan Makanan dan Kurang Tidur
Iran Punya Kartu As! Rudal Balistik Siap Hantam Daratan AS, Ini Kata Pakar
Praka Rico Gugur di Lebanon, TNI Kembali Berduka — Ini Fakta Terbaru Serangan ke Pasukan PBB