Politikus Inggris Bongkar Klaim Kehancuran Tel Aviv & Korban AS yang Dirahasiakan
POLHUKAM.ID - George Galloway, pemimpin Partai Buruh Inggris (Workers Party of Britain) dan pendiri VIVA Palestina, membuat pernyataan mengejutkan yang mengklaim adanya penyembunyian informasi besar-besaran terkait konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam sejumlah pernyataan yang dikutip dari berbagai sumber, Galloway menuduh pemerintah Israel dan media Barat melakukan sensor ketat atas tingkat kehancuran sebenarnya di Tel Aviv serta jumlah korban jiwa dari pihak Amerika Serikat.
Klaim Sensor Media dan Hukuman Bagi Penyebar Bukti
Galloway menyebut Israel sedang mengalami kerugian sangat parah yang sengaja ditutup-tutupi. Ia mengklaim otoritas Israel menerapkan aturan keras: siapa pun yang menyebarkan foto atau video kerusakan di Tel Aviv akan menghadapi ancaman hukuman penjara lima tahun.
Lebih lanjut, ia menuding jaringan berita besar seperti CNN, BBC, dan Sky News telah tunduk pada tekanan sensor ini dan menolak menyiarkan rekaman kondisi aktual di lapangan.
Tel Aviv Diklaim "Luluh Lantak Seperti Gaza"
Politikus yang memiliki istri berdarah Indonesia ini dengan tegas menyatakan kondisi Tel Aviv saat ini sudah rusak parah, menyerupai kehancuran di Jalur Gaza. Informasi ini, klaimnya, didapatkan langsung dari sumber warga sipil di lokasi.
"Bagaimana saya tahu itu? Karena saya punya teman-teman di Tel Aviv, di Jalan Sheinkin, dekat Lapangan Dizengoff, dan merekalah yang memberi tahu saya dari mulut mereka sendiri bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza," ungkap Galloway.
Artikel Terkait
AS Kecewa, Harga Minyak Bisa Melonjak? Ini Dampak Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran
Minyak Iran Jadi Sasaran AS: Senator Bocorkan Rencana Kuasai 31% Cadangan Minyak Dunia!
Mojtaba Khamenei Naik Tahta: Siapa Pangeran Bayangan yang Kini Pimpin Iran?
Mojtaba Khamenei Naik Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Apa Dampaknya Bagi Perang dengan AS dan Israel?