Politikus Inggris George Galloway Bongkar Klaim Kehancuran Tel Aviv dan Korban AS yang Dirahasiakan
George Galloway, Pemimpin Partai Buruh Inggris dan pendiri VIVA Palestina, mengungkap serangkaian klaim kontroversial mengenai dampak sebenarnya dari konflik Iran, AS, dan Israel. Ia menuding adanya sensor informasi besar-besaran oleh pemerintah Israel dan media Barat.
Klaim Sensor Media dan Hukuman bagi Penyebar Bukti
Galloway menyatakan Israel menerapkan aturan ketat: siapa pun yang menyebarkan foto atau video kerusakan di Tel Aviv terancam hukuman lima tahun penjara. Ia juga menuduh jaringan berita besar seperti CNN, BBC, dan Sky News tunduk pada sensor ini dan menolak menyiarkan rekaman kondisi sebenarnya di lapangan.
Kondisi Tel Aviv Diklaim Luluh Lantak Seperti Gaza
Berdasarkan informasi dari kontaknya di lokasi, Galloway menyebut kondisi Tel Aviv saat ini sudah mirip dengan kehancuran di Jalur Gaza. "Saya punya teman-teman di Tel Aviv... merekalah yang memberi tahu saya... bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza," ungkapnya.
Menurutnya, kehancuran ini terjadi karena sistem pertahanan udara Israel di atas Tel Aviv sudah tidak beroperasi, memungkinkan Iran menyerang dengan leluasa. Ia mengklaim sekitar 50 rudal balistik menghantam Tel Aviv dalam satu malam.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei Naik Tahta: Siapa Pangeran Bayangan yang Kini Pimpin Iran?
Mojtaba Khamenei Naik Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Apa Dampaknya Bagi Perang dengan AS dan Israel?
Selat Hormuz Ditutup? Ini Dampak Mengerikan yang Sudah Terjadi di 5 Negara
George Galloway Bongkar Fakta Mengejutkan: Tel Aviv Hancur & 1000 Warga AS Tewas Dirahasiakan?