Menurut seorang pejabat senior Iran yang dikutip Reuters, Mojtaba Khamenei telah menolak proposal de-eskalasi perang yang disampaikan melalui negara-negara perantara. Dalam responsnya, Mojtaba menuntut Amerika Serikat dan Israel "bertekuk lutut" terlebih dahulu sebagai prasyarat untuk perdamaian.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa sikap Pemimpin Tertinggi Iran yang baru ini terhadap AS dan Israel "sangat keras dan serius". Mojtaba dinilai berpendapat bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk berdamai sebelum kedua negara itu "menerima kekalahan dan membayar kompensasi".
Profil dan Kondisi Mojtaba Khamenei
Sejak terpilih, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di publik. Beberapa laporan dari pejabat Iran menyebutkan bahwa ia mengalami luka-luka ringan akibat serangan pada akhir Februari 2026 yang merenggut nyawa ayahnya.
Kebijakan luar negeri pertamanya ini menunjukkan arah yang tegas dan berprinsip, menandai babak baru dalam dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah dan hubungan Iran dengan dunia internasional.
Artikel Terkait
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!
Israel Ancam Bunuh Tokoh Iran Lainnya: Target Baru IDF Terungkap!
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap