- Menutup Kedutaan Besar Turki di Kampala.
- Melarang Turkish Airlines memasuki wilayah udara Uganda.
- Memutus semua hubungan diplomatik antara kedua negara.
"Bagi Turki, ini kesepakatan yang sangat sederhana… Entah mereka membayar kami atau saya akan menutup kedutaan mereka di sini," tegas Kainerugaba.
Rekam Jejak Pernyataan Provokatif
Ini bukan kali pertama Jenderal Kainerugaba membuat pernyataan yang menggegerkan. Beberapa hari sebelumnya, ia juga mengancam akan mengirim pasukan untuk berperang di pihak Israel melawan Iran.
Sebagai calon presiden dan orang terkuat nomor dua di Uganda, pernyataannya selalu menarik perhatian global. Dalam unggahan lain, ia menulis, "Kami berdiri di pihak Israel. Uganda adalah Daud yang dilupakan... Kami akan mengalahkan raksasa, Goliat."
Kekuatan Militer Uganda
Uganda memiliki sekitar 45.000 personel militer aktif dalam Angkatan Pertahanan Rakyat Uganda (UPDF), ditambah 35.000 cadangan. Kekuatan alat utama sistem pertahanannya (alutsista) mencakup sekitar 240 tank dan lebih dari 1.000 kendaraan tempur lapis baja.
Pernyataan-pernyataan kontroversial dari pimpinan militer Uganda ini terus memantik pertanyaan mengenai dinamika politik dan hubungan internasional negara di Afrika Timur tersebut.
Artikel Terkait
Gagal Total! Perundingan AS-Iran 21 Jam Bubar Gara-Gara Isu Nuklir Ini
Iran Bantah Keras! Benarkah AS Berhasil Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz?
Pertemuan Rahasia JD Vance dengan Iran di Islamabad: Apa yang Sebenarnya Dibahas?
Iran Siap Perang 6 Bulan? Rudal & Drone Baru Siap Hantam AS-Israel Jika Gagal Damai