Perundingan yang gagal masih berkutat pada masalah-masalah klasik, termasuk:
- Program nuklir Iran dan jaminan pengembangannya.
- Keamanan dan masa depan Selat Hormuz.
- Pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.
- Kompensasi perang dan konflik regional.
AS di bawah Presiden Donald Trump menuntut jaminan tegas bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Sementara Iran menilai tuntutan itu sebagai bentuk pemaksaan kemenangan diplomatik.
Blokade Pelabuhan dan Dampak Global
Merespons kebuntuan, AS mengumumkan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai 13 April 2026. Komando Pusat AS menegaskan langkah ini berlaku untuk kapal dari semua negara.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam dan menembus level psikologis $100 per barel. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Selat Hormuz, salah satu jalur minyak paling vital di dunia.
Prospek ke Depan dan Peringatan dari Uni Eropa
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan peluang kesepakatan masih terbuka, namun dengan syarat AS menghentikan pendekatan "totalitarianisme".
Di sisi lain, mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, memberikan pesan realistis. Ia mengingatkan bahwa kesepakatan nuklir 2015 saja membutuhkan waktu 12 tahun untuk dirundingkan, menunjukkan bahwa solusi cepat untuk konflik ini sangatlah tidak mungkin.
Artikel Terkait
AS Blokade Iran 2026: Apa Dampaknya Bagi Selat Hormuz dan Dunia?
Israel Siap Gempur Iran Lagi? Ini Penyebab Negosiasi Damai AS-Iran Gagal Total
Jenderal Uganda Tuntut Rp 17 Triliun & Istri dari Turki: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Gagal Total! Perundingan AS-Iran 21 Jam Bubar Gara-Gara Isu Nuklir Ini