Namun, Washington memberikan pengecualian penting. CENTCOM menyatakan tidak akan menghalangi kebebasan navigasi di jalur strategis Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang menuju atau dari pelabuhan negara lain di luar Iran. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran atas terganggunya pasokan energi global.
Respons Keras Iran dan Ancaman Pelanggaran Gencatan Senjata
Iran langsung merespons keras ancaman blokade tersebut. Melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Tehran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi setiap tekanan militer.
Pihak Iran memberikan peringatan serius bahwa setiap kapal militer asing yang mendekati wilayah sensitifnya akan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang seharusnya masih berlaku hingga 22 April 2026. Iran menegaskan pelanggaran ini akan mendapatkan tindakan tegas.
Eskalasi ini menandai peningkatan tensi keamanan yang signifikan di kawasan Teluk, yang merupakan jalur vital perdagangan dan energi dunia. Dunia internasional kini memantau perkembangan kebijakan blokade AS dan respons Iran berikutnya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Pusaran Maut di Selat Hormuz: Apa yang Akan Terjadi pada Blokade AL AS?
Iran Sindir AS: Nikmati Harga Bensin Sekarang! - Harga Minyak Tembus $100, Ini Pemicunya
Israel Siap Gempur Iran Lagi? Ini Penyebab Negosiasi Damai AS-Iran Gagal Total
Jenderal Uganda Tuntut Rp 17 Triliun & Istri dari Turki: Apa yang Sebenarnya Terjadi?