Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memerintahkan para penasihatnya untuk bersiap menerapkan blokade jangka panjang terhadap Iran. Langkah ini menargetkan pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz dengan melarang kapal masuk dan keluar dari kawasan tersebut.
Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber pejabat AS, Trump menilai opsi lain seperti melanjutkan operasi militer atau menarik diri dari konflik memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan penerapan blokade.
Wakil Sekretaris Pers, Anna Kelly, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa blokade ini memberikan pengaruh maksimal kepada AS terhadap otoritas Iran. Ia menegaskan bahwa Trump hanya akan menerima kesepakatan yang dapat menjamin keamanan nasional Amerika Serikat.
Perundingan damai antara AS dan Iran putaran pertama yang digelar di Pakistan pada 11-12 April lalu tidak membuahkan hasil. Dua isu utama yang menjadi penghambat adalah program nuklir Iran dan blokade di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Trump Tolak Damai dengan Iran: Syarat Baru Picu Perang Minyak Global Makin Panas
Kanselir Jerman Bongkar Kekalahan Memalukan AS: Iran Menang Telak di Meja Negosiasi!
Motif Penembakan di Acara Trump Terungkap: Pelaku Sebut Target Pejabat AS dari Peringkat Tertinggi
Isi Catatan Pelaku Penembakan di Jamuan Trump: Kemarahan ke Kebijakan Pemerintah AS hingga Daftar Target Prioritas