Iran Siapkan Senjata Canggih Baru untuk Bakar Kapal Perang AS di Selat Hormuz
POLHUKAM.ID – Seorang pejabat senior militer Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa Teheran akan segera mengungkapkan kemampuan angkatan laut terbarunya jika Amerika Serikat meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan Iran yang semakin agresif.
Dilansir dari Al Mayadeen pada hari Rabu, Mohammad Akbarzadeh, asisten politik komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan bahwa Iran siap memperkenalkan sistem maritim canggih, termasuk apa yang ia sebut sebagai “teknologi penargetan cerdas.”
Akbarzadeh menegaskan bahwa Angkatan Laut IRGC akan meluncurkan kemampuan baru ini sebagai respons terhadap potensi “kesalahan strategis” lain yang mungkin dilakukan Washington di kawasan tersebut.
Ancaman Langsung ke Kapal Perang AS
Dalam pernyataannya, Akbarzadeh memperingatkan bahwa aset angkatan laut Amerika akan menghadapi konsekuensi yang sangat parah jika terjadi serangan terhadap Iran. “Kapal perang raksasa AS akan terbakar dan tidak dapat digunakan jika ada agresi yang dilancarkan terhadap Iran,” ujarnya, menandai meningkatnya ketegangan retorika antara kedua negara.
Ia menambahkan bahwa respons Iran tidak akan terbatas pada pasukannya sendiri. “Daya yang tersisa” dalam Poros Perlawanan akan diaktifkan jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menciptakan ancaman multi-front bagi kepentingan AS di Timur Tengah.
Iran Belum Kerahkan Kemampuan Militer Penuh
Pernyataan ini muncul bersamaan dengan pernyataan pejabat senior Iran lainnya yang menekankan bahwa Teheran belum menggunakan seluruh kemampuan militernya. Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi mengatakan bahwa setiap agresi baru akan dibalas dengan serangan menggunakan sistem yang baru dikembangkan, yang diperkenalkan pada Januari 2026, menyoroti persenjataan rudal dan drone canggih Iran.
Naqdi juga menekankan bahwa pasukan darat Iran masih menjadi komponen utama kekuatan negara tersebut dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia menambahkan bahwa Iran masih memegang “kartu penting dan unggul” dalam setiap negosiasi atau konflik.
Kemampuan Angkatan Laut Iran Tetap Efektif
Menanggapi klaim bahwa kekuatan angkatan laut Iran telah melemah, Naqdi dengan tegas menolak pernyataan tersebut. Ia menunjuk pada tekanan strategis yang terus berlanjut di Selat Hormuz sebagai bukti efektivitas militer Iran. “Kalau musuh sudah melenyapkannya, kenapa mereka tidak bisa membuka Selat Hormuz?” katanya, menegaskan bahwa kemampuan angkatan laut Iran tetap utuh dan efektif.
Artikel Terkait
Trump Perintahkan Blokade Total Iran di Selat Hormuz: Ancaman Baru yang Bikin Dunia Tegang
Trump Tolak Damai dengan Iran: Syarat Baru Picu Perang Minyak Global Makin Panas
Kanselir Jerman Bongkar Kekalahan Memalukan AS: Iran Menang Telak di Meja Negosiasi!
Motif Penembakan di Acara Trump Terungkap: Pelaku Sebut Target Pejabat AS dari Peringkat Tertinggi