Wickremesinghe, yang baru saja dilantik, telah berbicara terang-terangan kepada anggota parlemen. Komentarnya, yang mengakui Sri Lanka bangkrut telah menggarisbawahi situasi mengerikan di negara kepulauan itu, yang kini berjuang mencari bantuan dari para pemberi pinjaman internasional.
Wickremesinghe mengatakan bahwa 'situasinya jauh lebih serius' daripada soal kekurangan bahan penting. PM Sri Lanka itu kemudian memperingatkan bahwa negara kemungkinan akan jatuh ke titik terendah.
"Kita sekarang menghadapi situasi yang jauh lebih serius di luar sekadar kekurangan bahan bakar, gas, listrik, dan makanan. Ekonomi kita benar-benar ambruk. Itu adalah masalah paling serius di hadapan kita hari ini," kata Wickremesinghe berbicara di hadapan parlemen, seperti dikutip dari The Guardian hingga AP.
Krisis di pulau berpenduduk 22 juta ini dianggap yang terburuk dalam ingatan baru-baru ini, tetapi Wickremesinghe tidak menyebutkan perkembangan baru yang spesifik.
Wickremesinghe yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan telah mengamban beban berat-menstabilkan ekonomi yang sudah terpuruk di bawah beban hutang yang besar. Sri Lanka telah kehilangan pendapatan pariwisata dan dampak lain dari pandemi dan melonjaknya biaya komoditas.
Bahkan, katanya, perusahaan gas dan minyak negara Ceylon Petroleum Corporation (CEYPETCO) akhirnya harus terjerat hutang, dengan nilai mencapai USD 700 juta (Rp10,3 triliun).
"Saat ini, CEYPETCO berhutang USD700 juta. Akibatnya, tidak ada negara atau organisasi di dunia yang mau menyediakan bahan bakar untuk kita. Mereka bahkan enggan menyediakan BBM secara tunai," ujarnya.
Wickremesinghe menjabat menyusul serangkaian protes keras atas krisis ekonomi negara itu, memaksa pendahulunya untuk mundur. Pada hari Rabu, dia pun menyalahkan pemerintah sebelumnya karena gagal bertindak tepat waktu ketika cadangan devisa Sri Lanka menyusut.
"Jika langkah-langkah setidaknya telah diambil untuk memperlambat keruntuhan ekonomi di awal, kita tidak akan menghadapi situasi sulit hari ini. Tapi kita kehilangan kesempatan ini. Kita sekarang melihat tanda-tanda kemungkinan jatuh ke titik terendah," kata Wickremesinghe.
Artikel Terkait
Ancaman Trump ke Iran: Serangan Brutal Siap Dilancarkan Jika Tak Teken Kesepakatan
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Akui Keberadaan Makhluk Asing di Bulan – Ini Buktinya
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu